Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Bupati Tulungagung Hadiri Doa Bersama Pahargyan Suro 1959 Saka Jawa

Tulungagung, 25 Juli 2025 — Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., baru saja menghadiri acara doa bersama yang digelar dalam rangka peringatan Pahargyan Suro 1959 Saka Jawa. Acara ini berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada hari Jumat, 25 Juli 2025. Dalam acara ini, ratusan anggota dari berbagai paguyuban Penghayat Kepercayaan turut hadir.

Para peserta acara tampak mengenakan pakaian khas Jawa, yang memberikan suasana sakral. Kaum pria mengenakan beskap dan blangkon, sementara para perempuan tampil anggun dalam kebaya. Penampilan mereka mencerminkan tradisi dan warisan budaya yang kuat, memperkuat makna dari acara tersebut.

Doa bersama ini dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Acara ditandai dengan pembacaan kidung-kidung yang berbahasa Jawa. Kidung- kidung ini tidak hanya indah, tetapi juga memiliki makna spiritual dan nilai-nilai kehidupan yang mendalam. Suasana pendopo dipenuhi dengan aura khusyuk dan kebersamaan, menciptakan ikatan yang kuat antar anggota.

Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menekankan harapannya agar acara serupa dapat terus dilaksanakan untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota komunitas Penghayat Kepercayaan di Kabupaten Tulungagung. "Semoga kegiatan ini bisa membuat seluruh anggota paguyuban Penghayat di Kabupaten Tulungagung saling bersinergi, mengenal, dan menghargai, meskipun dari latar belakang yang berbeda, tetapi menjadi satu keluarga, sebagai Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Bupati.

Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua MLKI Pusat, Pembina MLKI Tulungagung, Ketua MLKI Kabupaten Tulungagung, serta jajaran pengurus MLKI Kabupaten. Selain itu, terdapat pula pinisepuh, tokoh perempuan, pemuda penghayat, serta budayawan adat dan spiritual.

Pahargyan Suro merupakan sebuah perayaan yang sangat penting bagi komunitas Penghayat Kepercayaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya dan spiritual serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam bingkai kebhinekaan yang menjadi ciri khas Indonesia.