Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Besar di Grati dan Koperasi Sukamakmur sedang merencanakan peluncuran galur baru sapi perah yang dinamakan Sapi Grati. Inisiatif ini bertujuan untuk menetapkan Sapi Grati sebagai rumpun baru sapi perah yang diakui di seluruh Indonesia.
Kepala Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Besar di Grati, Dicky M.Dikman, menyatakan bahwa pihaknya sedang menjalani beberapa tahapan untuk mempersiapkan peluncuran ini. Salah satu tahapan penting adalah pembuatan naskah akademik. Naskah ini akan menjadi dasar yang menunjukkan bahwa Sapi Grati memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari galur sapi lainnya.
Naskah akademik tersebut disusun dengan kolaborasi Tim akademis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Koperasi Sukamakmur, serta pihak dari Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Besar. Dicky menjelaskan bahwa Sapi Grati berasal dari hasil persilangan antara sapi FH (Freisian Holstein) dari Eropa dan sapi perah lokal yang ada di Grati.
“Dahulu kala, sapi perah Grati ini adalah hasil persilangan antara sapi FH dari Eropa dengan sapi perah lokal yang ada di Grati. Nah inilah yang sedang kita susun naskah akademisnya sebagai dasar kegiatan,” ungkap Dicky saat ditemui di ruangannya pada Jumat, 26 Juli 2025.
Selain pembuatan naskah akademik, Loka Perakitan dan Pengujian Ruminansia Besar juga sedang melakukan pengambilan sampel darah serta pengukuran terhadap ternak di LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk memastikan kualitas dan karakteristik Sapi Grati sebelum resmi diluncurkan.
