Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pengukuhan Tujuh Guru Besar di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Ponorogo, 19 Juli 2025 – UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo mengukuhkan tujuh guru besar baru dalam acara Sidang Senat Terbuka yang diadakan di Graha Watoe Dhakon. Pengukuhan ini menandai langkah cemerlang setelah perubahan status institut dari IAIN menjadi UIN pada bulan Mei 2025. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Tujuh profesor yang dikukuhkan mencakup berbagai bidang keilmuan. Mereka adalah Prof. Dr. Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I yang ahli dalam Hukum Ekonomi Syariah, Prof. Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd. yang fokus pada Manajemen Mutu Pendidikan Islam, serta Prof. Dr. Muh Tasrif, M.Ag. yang mengkhususkan diri dalam Tafsir Tematik Isu-isu Sosial. Selanjutnya, ada Prof. Ahmad Choirul Rofiq yang meneliti Sejarah Peradaban Islam, Prof. Dr. H. Sutoyo, M.Ag dalam Ilmu Tasawuf, dan Prof. Dr. Ju'subaidi, M.Ag. yang menangani Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Terakhir, Prof. Iza Hanifuddin, M.Ag., Ph.D berfokus pada Fiqih Muamalah.

Kehadiran Bupati Sugiri Sugiri pada acara ini menambah momen bahagia. Dalam sambutannya, ia menyatakan rasa bangga terhadap prestasi terbaru UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. "Kampus ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi Islam yang unggul di Indonesia, khususnya di Jawa Timur," ujar Sugiri.

Harapannya, para guru besar baru ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, baik melalui pengajaran maupun karya ilmiah yang aplikatif. Bupati menekankan pentingnya karya ilmiah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk kesejahteraan rakyat. "Bangga kami tidak bisa disampaikan dengan kata-kata," tambahnya.

Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Prof. Evi Muafiah, juga menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menyediakan pendidikan berkualitas. Ia mengatakan, "Transformasi kelembagaan harus diikuti dengan peningkatan mutu sumber daya manusia." Beliau menekankan bahwa dalam waktu kurang dari empat tahun setelah bertransformasi menjadi UIN, kampus ini sudah memiliki 14 profesor, yang menunjukkan usaha untuk melampaui ekspektasi masyarakat dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.