Kabupaten Pasuruan, 19 Juli 2025 - Warga Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, mengadakan tradisi Distrikan untuk pertama kalinya setelah pandemi Covid-19. Acara tersebut berlangsung pada hari Sabtu dan dihadiri oleh banyak masyarakat setempat. Distrikan merupakan tradisi yang diwariskan secara turun temurun dan dilaksanakan untuk menghormati nenek moyang serta meminta keselamatan para nelayan.
Sebelum acara utama yang berupa larung sesaji di tengah Danau Ranu, warga melakukan Kirab Budaya. Kirab ini diikuti oleh masyarakat desa yang berjalan kaki berkeliling desa dengan mengenakan berbagai pakaian adat dan kostum tradisional. Kirab Budaya adalah sebuah prosesi yang melibatkan masyarakat untuk merayakan dan melestarikan budaya lokal.
Setelah pawai selesai, acara dilanjutkan dengan tarian dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam sambutannya, Kepala Desa Ranuklindungan, Yuslimu, menjelaskan, “Tradisi ini dilakukan secara turun-temurun untuk menghormati kepercayaan nenek moyang terhadap penjaga danau, yang dikenal dengan nama Baru Klinting. Selain itu, ini juga sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta doa semoga para nelayan dilimpahi rezeki dan dijauhkan dari bahaya saat menangkap ikan.”
Yuslimu menambahkan bahwa acara Distrikan adalah budaya yang mereka laksanakan setiap tahunnya. “Hanya saja, sejak pandemi, kami terpaksa menghentikannya, dan kini kami mulai lagi dengan meriah,” ujarnya.
Tradisi Distrikan ini bukan hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar kehidupan masyarakat desa semakin baik dan sejahtera.
