KEPANJEN - Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri Festival Wayang Kulit yang diadakan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Acara ini berlangsung di Lapangan Polres Malang, Kecamatan Kepanjen, pada Sabtu malam, 19 Juli. Hari Bhayangkara merupakan hari yang diperingati setiap tahun untuk menghormati pendirian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan juga untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk keamanan negara.
Dalam acara tersebut, Kapolres Malang, AKBP. Danang Setiyo Pambudi Sukarno, menyerahkan Gunungan kepada Ki Dalang Mpp Bayu Aji. Penyerahan ini menjadi simbol dimulainya pertunjukan wayang kulit. Hadir dalam acara ini seluruh Forkopimda Kabupaten Malang, Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, serta Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang. Acara ini juga dihadiri oleh para tokoh agama dan budayawan ternama, serta ribuan masyarakat yang mencintai seni budaya.
Pertunjukan wayang kulit ini diadakan sebagai upaya Polres Malang untuk melestarikan seni dan budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda. Di tengah kemajuan teknologi, banyak anak muda yang mulai melupakan budaya tradisional. Dalam pagelaran ini, Ki Mpp Bayu Aji membawakan lakon berjudul “Kreso Gugah,” yang dipilih sesuai dengan tema kepolisian dan keamanan. Lakon ini diharapkan dapat memberikan hiburan serta mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan melestarikan budaya.
Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran bintang tamu spesial, yang terdiri dari Elisha Orcarus Allaso, Gareng Semarangan, Bemby Putuanda, dan Akbar Kobar. Mereka menambah warna dan kehangatan dalam pagelaran seni yang kaya akan tradisi ini. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati dan mengapresiasi kesenian tradisional yang telah menjadi warisan budaya Indonesia.
