Serikat aktor terbesar di Hollywood mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka telah mencapai kesepakatan baru. Kesepakatan ini memungkinkan para aktor untuk menjual hak suara mereka kepada pengiklan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) untuk mereplikasi suara mereka. Namun, penjualan hak ini bersifat individual, yaitu per merek.
Penting untuk diketahui bahwa penggunaan AI dalam industri film bukanlah hal baru. Sebelumnya, teknologi ini sempat memicu protes besar-besaran oleh para aktor, yang dikenal sebagai aksi mogok, selama hampir empat bulan. Pada saat itu, banyak aktor yang khawatir bahwa suara dan penampilan mereka akan digunakan tanpa izin dan dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.
Dalam kesepakatan terbaru ini, aktor diberikan kekuasaan lebih dalam menentukan bagaimana suara mereka dapat digunakan. Setiap aktor dapat memilih untuk menjual hak suara mereka sesuai keinginan mereka. Ini memberikan keleluasaan dan perlindungan bagi para aktor, terutama di era digital yang terus berkembang.
Para pemimpin serikat aktor berharap bahwa kesepakatan ini dapat membantu menyeimbangkan kebutuhan industri film dengan perlindungan hak individu para aktor. Dengan semakin banyaknya teknologi baru yang muncul, perlunya ada kesepakatan yang jelas agar semua pihak merasa aman dan terlindungi.
