Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Inovasi Keuangan untuk Membantu Mereka yang Kesulitan

Phaedra Ellis-Lamkins, seorang CEO dan salah satu pendiri perusahaan Promise, memiliki visi yang kuat tentang bagaimana seharusnya orang diperlakukan, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan finansial. Dia percaya bahwa menghormati orang-orang yang berjuang secara ekonomi adalah hal yang sangat penting. Dengan latar belakang sebagai wanita kulit hitam yang dibesarkan dalam kondisi kesejahteraan (welfare), pengalaman hidupnya memberinya pemahaman yang mendalam tentang tantangan yang dihadapi banyak orang.

Phaedra yang kini berusia 48 tahun, mengawali kariernya sebagai pengorganisir tenaga kerja di usia 20-an. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai eksekutif nonprofit dan bahkan sebagai penasihat bisnis bagi penyanyi terkenal, Prince. Namun, saat ini fokusnya beralih untuk membantu orang membayar tagihan mereka melalui inovasi yang ditawarkan oleh Promise.

Menariknya, Promise bukanlah lembaga amal atau nonprofit. Perusahaan yang didukung oleh investor ini bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sebuah perusahaan yang sedang berkembang pesat dan mendapatkan dukungan modal ventura dapat berhasil tanpa mengeksploitasi pelanggannya. “Kami semua berusaha menggunakan kapitalisme untuk melakukan hal-hal yang kami percayai,” ungkap Ellis-Lamkins.

Phaedra Ellis-Lamkins berharap dapat membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, bisnis dapat berjalan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan pekerjaannya di Promise, dia menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis tidak selalu bertentangan dengan tujuan sosial yang baik.