Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Revitalisasi Pasar Besar Kota Pasuruan Segera Dimulai

Pasuruan - Program revitalisasi Pasar Besar Kota Pasuruan segera dimulai. Langkah awal dari program ini adalah relokasi bagi para pedagang yang terdampak. Rencananya, proses relokasi tersebut akan dimulai pada tanggal 23 Juli mendatang, jika tidak ada perubahan.

Untuk melakukan sosialisasi mengenai program ini, Pemkot Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengundang ratusan pedagang dari pasar besar pada Selasa, 15 Juli, di Gedung Gradika Bhakti Praja. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pedagang untuk mengetahui secara langsung mengenai tahapan revitalisasi yang akan dilakukan.

Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, memimpin kegiatan sosialisasi ini. Dalam arahannya, ia mengajak semua pedagang untuk mendukung dan berpartisipasi dalam mensukseskan program revitalisasi pasar. "Pada prinsipnya Pemkot Pasuruan punya cita-cita bagaimana pasar besar kembali berjaya seperti jaman mbiyen (jaman dahulu), di mana dulu tertata dengan baik dan pengunjungnya ramai," ujar Mas Nawawi. Pernyataan ini disambut baik oleh seluruh pedagang yang hadir.

Wakil Wali Kota memastikan bahwa semua pedagang yang akan direlokasi akan mendapatkan tempat berdagang yang baru. Rencananya, lokasi relokasi sementara adalah di lantai 1 sisi selatan kantor UPT Pasar Besar, serta di dua sisi lantai 2, area Kios E, Los Bunga, Porselen, dan Ikan. Saat ini, lokasi-lokasi tersebut sedang dalam tahap perbaikan agar siap digunakan untuk berjualan.

Mas Nawawi menambahkan, "Insya Allah kita berusaha menghadirkan keadilan bagi panjenengan semuanya. Urusan rezeki sudah ada pakemnya. Salah satu kunci lancarnya rezeki adalah jika kita tidak bertengkar." Ia menyatakan bahwa dengan kekompakan dan solidaritas, keberkahan akan datang bagi semua pedagang.

Lebih jauh, ia menghimbau agar setelah program revitalisasi selesai, para pedagang memiliki rasa kepemilikan dengan cara merawat dan menjaga kebersihan sekitar kios mereka. "Salah satu ilmu dagang adalah bagaimana membuat pembeli kerasan. Jika kios kita tidak terawat, bau, atau dalam kondisi kurang baik, pembeli bisa merasa tidak nyaman. Kesadaran pedagang terhadap hal ini sangat penting," tegasnya.