Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Rektor Universitas Columbia Minouche Shafik Mengundurkan Diri

Rektor Universitas Columbia, Minouche Shafik, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya setelah kurang lebih empat bulan menerima kritik terkait penanganan protes di kampus yang berkaitan dengan perang di Gaza. Keputusan ini menandai langkah signifikan di dunia pendidikan tinggi, di mana Shafik menjadi rektor ketiga dari universitas Ivy League yang mengundurkan diri setelah adanya protes di kampus.

Shafik menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena dampak ketegangan di kampus yang mempengaruhi keluarganya. Protes yang terjadi di Columbia mendapat perhatian luas, terutama setelah serangan teroris Hamas pada 7 Oktober tahun lalu yang memicu konflik lebih lanjut di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Shafik menyatakan, "Saya ingin memastikan bahwa kepemimpinan baru dapat dilantik sebelum semester baru dimulai pada 3 September." Hal ini penting mengingat mahasiswa sudah berjanji akan melanjutkan demonstrasi mereka pada waktu tersebut.

Sejumlah protes besar terjadi di kampus Columbia pada bulan April dan Mei, di mana ratusan mahasiswa ditangkap setelah mereka menduduki sejumlah bagian kampus untuk menyerukan perhatian pada kematian warga sipil Palestina di Gaza. Aksi protes serupa juga meluas di kampus-kampus lain di seluruh negeri, yang sering berujung pada bentrokan dengan polisi dan ribuan penangkapan.

Shafik sering kali menjadi sasaran kritik. Para demonstran mencela dirinya karena memanggil kepolisian untuk membersihkan kampus dari protes, sementara pendukung Israel menyalahkan dirinya karena dianggap tidak cukup tegas terhadap para demonstran. Situasi ini mencerminkan betapa kompleksnya permasalahan yang dihadapi universitas dalam menangani isu-isu sensitif yang terkait dengan politik internasional.