Pada hari Rabu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa penyebaran mpox telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global. Ini adalah kedua kalinya dalam dua tahun terakhir virus ini dikategorikan seperti itu.
Mpox merupakan penyakit yang menyebar melalui kontak dekat dan dapat menyebabkan gejala mirip flu serta lesi berisi nanah pada kulit. Meskipun biasanya gejalanya ringan, dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat berakibat fatal.
Baru-baru ini, varian baru virus mpox muncul di Republik Demokratik Kongo dan dengan cepat menyebar ke negara tetangga seperti Rwanda, Burundi, dan Republik Afrika Tengah. Menurut laporan, kasus mpox meningkat sebesar 160% dan angka kematian meningkat 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Dari awal tahun ini, sudah lebih dari 17.000 kasus mpox tercatat di seluruh dunia, dengan lebih dari 500 nyawa hilang. Mengingat keadaan ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), badan kesehatan top di kawasan tersebut, telah menetapkan wabah mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat di seluruh benua pada hari Selasa. Kini, WHO juga mengikuti langkah tersebut.
Penetapan wabah penyakit sebagai "darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional" atau PHEIC — tingkat kewaspadaan tertinggi dari WHO — bertujuan untuk mempercepat penelitian, pendanaan, serta langkah-langkah kesehatan masyarakat internasional, dan meningkatkan kerjasama dalam upaya menanggulangi penyebaran penyakit ini.
