Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pesta Nostalgia di Ponorogo: Merayakan Musik dan Fashion Era 70-80’an

Pada hari Jumat, tanggal 11 Juli 2025, Alun-Alun Ponorogo dipenuhi oleh nuansa nostalgia saat acara Ponorogo Rikolo Semono digelar. Event ini berhasil mengajak para pengunjung untuk kembali ke era 70-80’an. Penampilan para peserta menjadi sorotan utama, dengan kostum yang sangat khas dari zaman tersebut.

Celana cutbray gombrong, kemeja bermotif lawas, dan sepatu pantofel yang mengkilap menjadi bagian penting dari penampilan mereka. Tidak hanya itu, rambut keriting palsu juga menambah kesan vintage. Beberapa pengunjung bahkan menambahkan aksesori unik seperti radio tua dan ban bekas sebagai properti, menciptakan suasana yang sangat autentik.

Penonton yang hadir di acara ini pun memperlihatkan antusiasme yang tinggi. Mereka mengenakan pakaian bergaya jadul yang lengkap, termasuk kacamata hitam besar dan sisir yang disimpan di kantong celana. Aksesori klasik, seperti senter dan tas pinggang, menjadi simbol kebangkitan gaya hidup tahun 70-80'an.

Acara ini tidak hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang musik. Lagu-lagu nostalgia ala dangdut yang populer pada tahun 70-80’an mengalun merdu, mengajak semua orang untuk bergoyang dan bernyanyi. Di antara para penonton terdapat Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, yang juga ikut serta menikmati musik zaman dulu ini.

Beberapa penyanyi yang turut memeriahkan acara tersebut adalah Orkes Kawak Barrista, Cantika Davinka, Tedjo Dembik, dan komunitas Ngawi Jadul Masa Kini. Merekalah yang membuat suasana semakin meriah, dengan alunan musik yang membuat pengunjung asyik berjoget dan bernyanyi bersama.