Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Penutupan Pekan Olahraga Provinsi Jatim IX 2025 di Kabupaten Malang

KEPANJEN - Kabupaten Malang sukses menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025. Pada acara penutupan atau closing ceremony yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, pada hari Minggu malam, tanggal 6 Juli 2025, panggung dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni yang meriah.

Menurut data, Kabupaten Malang menempati peringkat kelima dalam daftar perolehan medali terbanyak selama ajang ini. Kegiatan penutupan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Mereka juga didampingi oleh jajaran elit dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Acara tersebut menampilkan lebih dari 3000 penari Bapang Topeng Malangan, penampilan sholawat dan hadrah oleh ribuan anak santri dari pesantren, serta Senam Jantung oleh anggota Koperasi Jasa Sejahtera (KJS) dari Kabupaten Malang. Penampilan-penampilan ini mendapatkan aplaus meriah dari Wakil Gubernur dan ribuan penonton yang hadir di tribun stadion.

Bupati Malang menyampaikan, "Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang dan selaku salah satu tuan rumah dari gelaran Porprov Jatim IX Tahun 2025 ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim yang telah menunjuk Kabupaten Malang sebagai salah satu tuan rumah. Pelaksanaan sudah berjalan lancar dan pada closing ceremony kali ini juga ramai penonton."

Selain itu, Bupati Malang yang hadir bersama istri dan Wakil Bupati, Hj. Dra. Lathifah Shohib, juga memberikan ucapan selamat kepada para atlet dan kontingen yang telah menunjukkan prestasi terbaik. Ia mengapresiasi dedikasi, semangat juang, dan etika sportivitas yang ditunjukkan oleh semua peserta.

Acara penutupan tersebut menjadi penutup yang sangat spesial bagi seluruh peserta dan penonton, menandai berakhirnya satu lagi babak penting dalam sejarah olahraga di Jawa Timur.