Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pemkab Ponorogo Dorong Pertanian Organik di Sukorejo

Kang Bupati Sugiri Sancoko terus mendorong para petani di Kabupaten Ponorogo untuk beralih ke metode pertanian organik. Pertanian organik adalah cara bertani yang tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida atau pupuk sintetis, sehingga lebih ramah lingkungan dan menghasilkan produk pangan yang lebih sehat.

Pada acara peringatan Hari Krida Pertanian ke-53 di Kecamatan Sukorejo, Kang Bupati menyatakan bahwa pertanian organik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan lingkungan, tetapi juga lebih menguntungkan secara ekonomi. "Dengan metode ini, biaya produksi bisa ditekan dan nilai hasil panen pun lebih tinggi dibandingkan pertanian konvensional," ungkapnya saat berbicara di hadapan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kec. Sukorejo.

Peringatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Bangunrejo, pada hari Sabtu, 5 Juli 2025. Kang Bupati menambahkan, “Pertanian di Sukorejo memang top. Hanya butuh sesuatu agar lebih top, misalnya pelan-pelan kita hijrah menggunakan pupuk organik. Sambil mengobati keadaan tanah, hasilnya lebih sehat dan tinggi.” Ia berharap perayaan ini bisa menjadi momentum bagi petani untuk memperkuat langkah menuju pertanian organik, selaras dengan tema tahun ini, “Inovasi Teknologi, Pertanian Berkelanjutan.”

Acara Hari Krida Pertanian ke-53 di Kecamatan Sukorejo berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah Jalan Sehat yang dimulai dengan pelepasan balon oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko. Dari anak-anak hingga lansia, semua terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sebelumnya, Gapoktan Kec. Sukorejo juga menggelar doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan agar pertanian di daerah tersebut membawa kesejahteraan bagi para petani.