Bayangkan, acara ini dihadiri oleh tokoh nasional yang terkenal dan dihormati. Mereka datang untuk menyaksikan berbagai kegiatan dan produk dari zaman dahulu yang dipadukan dengan modernisasi. Selama berlangsung, acara ini mampu menarik perhatian lebih dari 20.000 pengunjung setiap harinya. Mereka datang dari berbagai daerah untuk menikmati suasana kuno dan menikmati aneka kuliner serta kerajinan khas Blitar.
Salah satu capaian terbesar dari acara ini adalah perputaran uang selama bazar mencapai Rp8 miliar. Angka ini menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat dan pengunjung terhadap budaya tempo doeloe dan peluang usaha di bidang UMKM. Bazar ini menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM maupun pengusaha kuliner lokal, sehingga akses pasar mereka semakin lebar dan terbuka luas.
Di acara ini, pengunjung dapat menikmati berbagai macam kuliner tradisional yang legendaris dan kerajinan tangan lawas yang penuh nilai seni. Menurut salah satu pengunjung, "Klasik itu tetap fantastik. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, tapi manfaatnya nyata bagi ekonomi masyarakat sekitar." Hal ini membuktikan bahwa kekayaan budaya yang klasik tetap menarik dan mampu mendukung perekonomian lokal secara nyata.
Blitar Djadoel tidak hanya menjadi ruang untuk mengekspresikan budaya dan sejarah, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial dan ekonomi yang efektif. Acara ini menunjukkan bahwa nostalgia dan tradisi bisa menjadi kekuatan besar untuk kemajuan dan kebanggaan kota. Dengan kegiatan ini, kota Blitar semakin menunjukkan komitmennya untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya sekaligus memastikannya memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
