Dalam sebuah insiden tragis yang terjadi di Gaza, dua bayi kembar berusia hanya empat hari dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel. Bayi-bayi tersebut, bernama Asser dan Ayssel, meninggal dunia saat ayah mereka, Mohammed Abu al-Qumsan, sedang berada di kantor pemerintah setempat untuk mendaftarkan kelahiran mereka.
Ketika Abu al-Qumsan pergi, tetangganya menghubungi untuk memberitahukan bahwa rumah mereka di Deir al Balah telah dibom. Serangan tersebut tidak hanya mengakibatkan kematian kedua bayi, tetapi juga menewaskan istri Mohammed dan ibu mertuanya.
Menurut kementerian kesehatan di Gaza yang dikelola oleh Hamas, sebanyak 115 bayi telah lahir dan kemudian kehilangan nyawa mereka sepanjang konflik ini.
Pihak Israel mengklaim bahwa mereka berusaha menghindari kerugian di kalangan warga sipil. Mereka menyalahkan Hamas atas kematian anak-anak dengan alasan bahwa kelompok itu mengoperasikan basis di daerah pemukiman yang padat, bahkan menggunakan bangunan sipil sebagai tempat perlindungan.
BBC telah meminta komentar dari tentara Israel terkait serangan tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai insiden yang sangat menyedihkan ini.
