Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Perkemahan Wirakarya Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Ponorogo

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Ponorogo mengadakan kegiatan Perkemahan Wirakarya yang berlangsung dari 18 Juni hingga 12 Juli 2025. Acara ini menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka untuk belajar dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah pendidikan karakter bagi para peserta, tetapi juga sebagai tindakan nyata dalam membantu sesama. Dalam kesempatan ini, mereka akan melakukan pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) milik empat warga yang kurang mampu. RTLH adalah rumah yang kondisinya tidak memenuhi standar kehidupan yang baik, sehingga perlu diperbaiki.

Pembukaan Perkemahan Wirakarya dilakukan secara simbolis oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Bunda Lisdyarita pada Rabu, 18 Juni 2025. Mereka melakukan peletakan batu pertama pada rumah milik Sayem, yang tinggal di Desa Karangan, Kecamatan Badegan. Menurut Kang Bupati, kegiatan ini merupakan bentuk “Pramuka Plus-plus,” yang tidak hanya membentuk karakter generasi muda tetapi juga mencetak individu yang siap berkontribusi nyata terhadap masyarakat.

Kang Bupati Sugiri menyatakan, “Ini adalah implementasi nyata dari Dasa Darma Pramuka, yakni menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.” Ia berkomitmen untuk meningkatkan jumlah RTLH yang akan dibantu pada tahun-tahun mendatang, berharap bahwa lebih banyak warga yang bisa mendapatkan bantuan.

Sementara itu, Ketua Harian Kwartir Cabang Ponorogo, Sumani, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai elemen Pramuka dari level Penegak sampai Pandega. Mereka berasal dari beberapa sekolah, antara lain SMAN 1 Badegan, SMKN 1 Badegan, UIN Ponorogo, INSURI Ponorogo, PP Al-Islam Joresan, dan SMKN 1 Sawoo.

Pemugaran keempat rumah tersebut didanai melalui anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan masing-masing rumah menerima bantuan sebesar Rp35 juta. Sumani menambahkan, “Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi positif terhadap masyarakat sekaligus membentuk karakter berdasarkan Pancasila dan agama.”