Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Grebeg Suro 2025: Langkah Ponorogo Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Ponorogo, Jawa Timur - Pengakuan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO kini terasa lebih berarti. Dengan pencapaian tersebut, Kabupaten Ponorogo berusaha untuk bergabung dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UCCN). Upaya ini ditandai dengan penyelenggaraan acara besar, Grebeg Suro 2025.

Acara Grebeg Suro 2025 dibuka secara resmi oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko pada Rabu, 17 Juni 2025. Acara ini diharapkan dapat menjadi etalase potensi industri kreatif di Ponorogo, terutama dalam seni pertunjukan. Terdapat 32 event menarik yang disiapkan, meliputi berbagai kegiatan religi, budaya, dan hobi. Event utama yang ditunggu-tunggu adalah Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX, yang diikuti oleh 41 grup Reog dari seluruh Indonesia.

Pada malam pembukaan, pertunjukan menunjukkan kelasnya dengan memadukan seni tradisional dan teknologi digital. Penampilan tersebut menampilkan perpaduan harmonis antara wirama, wiraga, wirasa, dan wirupa, yang merupakan elemen penting dalam seniBerkah pertunjukan tradisional.

Bupati Sugiri Sancoko berharap Grebeg Suro menjadi langkah awal yang baik untuk membawa Ponorogo ke dalam UCCN. Ia menyatakan, “Reog telah ditetapkan sebagai ICH UNESCO, dan kini kami mendaftarkan kota yang kita cintai ini ke UCCN. Semoga di akhir tahun nanti, Allah meridhoi, dan UNESCO menetapkan Ponorogo sebagai bagian dari jejaring kota kreatif dunia.”

Lebih dari sekedar perayaan budaya, Grebeg Suro juga bertujuan untuk memunculkan potensi serta memacu geliat industri kreatif di Ponorogo. Kang Bupati menekankan pentingnya budaya sebagai jalan menuju masa depan yang dapat memberikan kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat.

“Selain melestarikan budaya dan membentuk karakter bangsa, kami ingin menghidupkan ekonomi melalui budaya sebagai kekuatan utamanya,” tambahnya.