Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan baru saja membentuk Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana. Pembentukan unit ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada penyandang disabilitas saat terjadi bencana.
Pada Jumat, 13 Juni 2025, BPBD menyelenggarakan simulasi bencana di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti untuk mensosialisasikan unit ini. Dalam simulasi tersebut, para penyandang disabilitas turut serta dan menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadapi situasi darurat. Mereka terdiri dari penyandang tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa semua anggota masyarakat memahami prosedur dan bisa berpartisipasi dalam penanggulangan bencana.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg Merita Ariesta Yudi, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vela Fery, serta Kepala Pelaksana BPBD, Sugeng Hariyadi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah terhadap penyandang disabilitas dalam situasi darurat.
Selama simulasi, drg Merita terlihat sangat terharu. Ia bahkan menghapus air matanya melihat para ibu penyandang disabilitas yang tetap menggendong anaknya dengan tenang meskipun dalam situasi simulasi yang sulit. “Saya tak kuat menahan tangis,” ujarnya menyampaikan perasaannya saat menyaksikan para peserta. Ini menunjukkan betapa pentingnya empati dan perhatian terhadap kondisi orang-orang yang menghadapi tantangan lebih dalam hidup mereka.
Dengan adanya Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana, diharapkan akan ada lebih banyak perhatian dan perlindungan bagi penyandang disabilitas ketika bencana terjadi. BPBD Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk menyediakan layanan yang lebih baik dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.
