Dalam Simposium Nasional Tata Kelola Migrasi untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan di Indonesia, Judha Nugraha, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia, menyampaikan pemikiran penting mengenai penggunaan teknologi kecerdasan buatan, atau AI. Ia menyatakan bahwa AI memiliki potensi yang sangat besar untuk mempercepat kemajuan dalam berbagai bidang.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa di balik manfaat besar, terdapat risiko yang harus diperhatikan. Judha menjelaskan, “Saya percaya bahwa terlepas dari tantangan yang ada, teknologi dapat digunakan untuk membawa perubahan positif dan membantu lebih banyak orang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.” Pernyataan ini menggambarkan harapan besar bahwa dengan pengelolaan yang baik, teknologi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam presentasinya, Judha Nugraha menekankan pentingnya meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengembangan teknologi serta pemanfaatan AI untuk melindungi hak-hak perempuan pekerja migran Indonesia. Pekerja migran adalah individu yang berpindah dari satu negara ke negara lain untuk mencari pekerjaan. Mereka seringkali menghadapi tantangan yang kompleks, sehingga perlindungan hak-hak mereka menjadi krusial.
Selain itu, Judha juga menyoroti kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri dan UN Women Indonesia untuk menciptakan program-program yang berfokus pada perlindungan pekerja migran perempuan. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka.
Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, penting bagi setiap negara untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi akan membawa manfaat dan perlindungan bagi semua warganya, khususnya untuk kelompok yang rentan.
