Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Rapat Strategis Penanganan Stunting di Kota Pasuruan

Pasuruan, 6 Juni 2025 — Wakil Wali Kota Pasuruan baru saja memimpin sebuah rapat koordinasi penting mengenai strategi konvergensi dalam mencegah dan mempercepat penurunan stunting yang terintegrasi di kota tersebut. Rapat ini berlangsung pada hari Kamis (06/06/2025) di ruang kerjanya dan dihadiri oleh kepala perangkat daerah terkait yang memiliki peran vital dalam upaya menurunkan angka stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami tumbuh kembang yang terhambat, biasanya akibat kekurangan gizi kronis. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan dan perkembangan yang serius di masa depan. Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan bahwa strategi penurunan stunting dapat dilaksanakan dengan efektif. Ia menyatakan bahwa pendekatan konvergensi, yang mencakup intervensi gizi spesifik dan sensitif, harus diterapkan secara terintegrasi. Intervensi tersebut harus mencakup edukasi, sanitasi, dan pelayanan kesehatan dasar.

“Upaya penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama, terpadu, dan berkelanjutan. Tidak bisa diselesaikan oleh satu OPD saja, tapi harus melibatkan semua unsur dari tingkat kota hingga kelurahan,” ungkap Wakil Wali Kota.

Data menunjukkan bahwa Kota Pasuruan mengalami tren penurunan angka stunting setiap tahun. Berdasarkan data verifikasi dan validasi (verval), pada tahun 2023, tercatat sebanyak 1.516 balita mengalami stunting pada verval pertama, yang kemudian turun menjadi 1.213 balita pada verval kedua. Pada tahun 2024, angka stunting kembali menurun, dari 950 balita pada verval pertama menjadi 699 balita pada verval kedua.

Dalam rapat ini, juga dibahas mengenai pemetaan potensi dan tantangan yang dihadapi dalam kasus stunting di Kota Pasuruan. Beberapa hal yang menjadi fokus termasuk data sebaran prevalensi stunting berdasarkan kewilayahan, informasi mengenai balita yang mendapatkan bantuan, penguatan pelaksanaan delapan aksi konvergensi, serta percepatan pelaporan dan tindakan di lapangan.

Diharapkan dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kota Pasuruan dapat terus menurunkan prevalensi stunting di daerahnya dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.