PROBOLINGGO – Program OSS (Online Single Submission) Berbasis Risiko telah beroperasi sejak 4 Agustus 2021. Program ini bertujuan untuk mempermudah pengurusan izin berusaha di Indonesia. Hingga kini, program ini telah menghasilkan jutaan NIB (Nomor Induk Berusaha) di seluruh tanah air. Lalu, bagaimana untuk Kota Probolinggo?
Di Kota Probolinggo, program OSS juga mendapatkan banyak respons positif. Berdasarkan data dari dashboard OSS, dari 4 Agustus 2021 hingga 12 Agustus 2024, telah terbit 14.524 NIB. Dari jumlah tersebut, 14.473 NIB dikeluarkan untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sementara 51 NIB untuk Usaha Non UMK. Terdapat juga 14.520 NIB untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 4 NIB untuk Penanaman Modal Asing (PMA).
Untuk memahami lebih jauh, NIB adalah identitas yang diberikan kepada pelaku usaha agar bisa menjalankan bisnisnya secara legal. Usaha Mikro adalah pelaku usaha dengan modal di bawah Rp 1 miliar. Usaha Kecil memiliki modal antara Rp 1 hingga Rp 5 miliar, dan Usaha Menengah memiliki modal antara Rp 5 hingga Rp 10 miliar. Sementara itu, usaha dengan modal di atas Rp 10 miliar dikategorikan sebagai usaha besar.
Data yang diperoleh dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo menunjukkan bahwa pada tahun 2021 sebanyak 1.682 NIB diterbitkan. Angka tersebut meningkat di tahun 2022 dengan 3.703 NIB dan pada tahun 2023, jumlah NIB yang diterbitkan mencapai 5.086. Hingga awal Agustus 2024, kembali tercatat 4.053 NIB yang telah diterbitkan.
Dalam sebaran Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), aktivitas usaha mikro didominasi oleh industri makanan dan minuman. Sedangkan usaha menengah dan besar terdiri dari berbagai bidang, seperti kapal penangkapan ikan, gudang, properti, toko waralaba, ruko, pengolahan ikan, serta restoran.
Kepala DPMPTSP Muhammad Abas menjelaskan pentingnya penerbitan NIB bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. “Jumlah NIB yang diterbitkan mencerminkan tingkat aktivitas ekonomi dan minat investasi di suatu daerah. Peningkatan ini menunjukkan iklim investasi yang kondusif dengan didukung fasilitas yang baik dan tingginya minat pelaku usaha berinvestasi di Kota Probolinggo,” ungkap Abas.
