Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Defisit APBN 2024 Mencapai Rp 93,4 Triliun di Juli

Kementerian Keuangan Indonesia melaporkan bahwa pada Juli 2024, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 93,4 triliun. Defisit ini setara dengan 0,41% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. PDB adalah total nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara dalam periode tertentu, yang menunjukkan kesehatan ekonomi suatu negara.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan bahwa defisit ini masih dianggap kecil jika dibandingkan dengan total target defisit APBN tahun 2024 yang mencapai 2,29%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada defisit, pemerintah masih dalam batas yang terukur dan dapat dikelola.

Defisit APBN ini muncul akibat penurunan pendapatan negara yang tercatat mencapai Rp 1.545,4 triliun per Juli 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan negara ini setara dengan 55,1% dari target APBN 2024.

Sebaliknya, belanja negara mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Realisasi belanja negara mencapai Rp 1.638,8 triliun, meningkat 12,2% dibandingkan tahun lalu dan setara dengan 49,3% dari target APBN 2024. Kenaikan belanja negara ini sering kali dapat berkaitan dengan kebutuhan untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan publik.

Meski terdapat defisit, Sri Mulyani menambahkan bahwa keseimbangan primer masih mencatatkan surplus sebesar Rp 179,3 triliun. Keseimbangan primer adalah selisih antara pendapatan dan belanja negara sebelum memperhitungkan pembayaran bunga utang, yang menunjukkan seberapa baik negara dapat membiayai kebutuhannya dari pendapatan yang diperoleh.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pembahasan ini, tayangan program Market Review bersama Prasetyo Wibowo akan diselenggarakan pada Rabu, 14 Agustus 2024, pukul 10.30 - 11.00 WIB. Program ini dapat disaksikan secara langsung di IDX Channel dan beberapa saluran TV lainnya.