Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., yang lebih dikenal dengan sebutan Mas Adi, memimpin langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan BKD Kota Pasuruan pada hari Senin, 2 Juni 2023. Upacara ini adalah momen penting bagi warga negara Indonesia untuk mengenang dan merayakan Pancasila, dasar negara yang menjadi panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rangkaian upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera Kota Pasuruan. Setelah itu, pengunjung diajak untuk mendengarkan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang keduanya memiliki arti penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Dalam amanatnya, Mas Adi membacakan sambutan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi. Dalam sambutan tersebut ditekankan bahwa penting bagi masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila, terlebih di era globalisasi dan digitalisasi yang penuh tantangan. “Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” kutip Mas Adi.
Mas Adi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam bertindak dan berkarya. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan hingga dunia digital. Ada lima sila dalam Pancasila, yang berisi prinsip-prinsip penting untuk membangun bangsa, antara lain menjunjung tinggi persatuan dan toleransi.
Upacara ini juga dimanfaatkan sebagai momen refleksi untuk menegaskan kembali komitmen pembangunan yang berlandaskan Pancasila. Hal ini sejalan dengan delapan agenda prioritas nasional dalam kerangka Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Mas Adi berujar, “Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi.”
Melalui kesempatan ini, Mas Adi menekankan pentingnya peran pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan ruang digital dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan cara ini, diharapkan Pancasila bisa tetap relevan dan menjadi pemandu kehidupan bermasyarakat di Indonesia.
