Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Walikota Pasuruan Buka Orientasi Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat

Kota Pasuruan - Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, telah resmi membuka Orientasi Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) untuk tahun 2025. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pasuruan pada Sabtu, 31 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 relawan yang siap mengikuti pelatihan selama dua hari, dari tanggal 31 Mei hingga 1 Juni 2025.

Narasumber dalam orientasi ini berasal dari PMI Kabupaten Malang. Materi yang disampaikan tidak hanya teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktek lapangan. Hal ini bertujuan untuk memberikan simulasi langsung mengenai penanganan bencana. Pengalaman langsung sangat penting agar relawan memahami situasi nyata saat bencana terjadi.

"Kota Pasuruan dikelilingi oleh pantai dan tiga sungai besar yang sering mengalami luapan air setiap musim hujan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami konsep Water Rescue dan memetakan potensi-potensi kebencanaan yang ada di kota kita," ungkap Mas Adi dalam sambutannya.

Mas Adi, yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Pasuruan, menekankan pentingnya peran PMI sebagai relawan yang selalu siap menghadapi bencana. "PMI harus hadir di tengah masyarakat dan membantu mengatasi masalah bencana dengan memahami tindakan yang harus diambil. Maka, SIBAT adalah bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana yang melibatkan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Mas Adi berharap agar para relawan PMI dan peserta pelatihan SIBAT dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. "Mari kita ikuti dari awal sampai akhir, semoga ilmunya bermanfaat bagi kita sendiri, lingkungan, dan kemanusiaan sesuai dengan tujuan PMI," tambahnya.

Mas Adi juga menekankan bahwa penguatan kapasitas dalam menghadapi bencana harus terus dilakukan. "Kebencanaan selalu mengalami perubahan, sehingga kita perlu membuat mitigasi di lingkungan masing-masing," pungkasnya.