Setiap tahun, HATAM menjadi acara penting untuk memperkuat perlawanan terhadap industri ekstraktif di Indonesia. HATAM, singkatan dari Himpunan Aktivis Tradisi, Akal, dan Masyarakat, berfungsi sebagai platform bagi masyarakat untuk menyuarakan isu-isu yang mempengaruhi lingkungan hidup mereka. Pada tahun 2025, acara ini diadakan di berbagai wilayah, termasuk Flores, yang merupakan sebuah pulau yang terletak di Nusa Tenggara Timur.
Salah satu kegiatan utama di HATAM 2025 adalah seminar publik yang bertemakan "Ekstraktivisme, Kekerasan Negara-Korporasi, dan Perlawanan Rakyat." Seminar ini melibatkan berbagai komunitas yang terdampak oleh kegiatan industri ekstraktif, mulai dari Sumatera hingga Pulau Flores. Selain itu, hadir pula biarawan Katolik, pejabat pemerintah, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk memberikan pandangan mereka.
Acara tersebut bertujuan untuk menciptakan ruang dialog di mana peserta dapat mengkritisi dan mendiskusikan dampak negatif dari ekspansi industri ekstraktif. Ekstraktivisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan praktik pengambilan sumber daya alam yang seringkali mengabaikan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, seminar ini juga berfungsi sebagai forum untuk membangun solidaritas warga serta memperkuat strategi perlawanan terhadap praktik eksploitasi yang merugikan.
Partisipasi aktif dari berbagai pihak menunjukkan bahwa isu-isu lingkungan dan hak asasi manusia menjadi semakin penting. HATAM bukan hanya sekadar acara, tetapi sebuah gerakan bersama untuk melawan ancaman yang dihadapi oleh masyarakat. Semoga seminar ini dapat memberikan inspirasi serta langkah konkret untuk mengajak lebih banyak orang terlibat dalam perlawanan terhadap industri yang merusak sumber daya alam.
#LawanEkstraktivisme #HATAM2025 #TransisiEnergiPalsu #PerlawananRakyat #KeberlanjutanPalsu #LawanEksploitasi
