Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan dukungan penuh kepada PT Pertamina (Persero) untuk menerapkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurut Luhut, langkah ini penting untuk memastikan bahwa BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Luhut menjelaskan, “Yang nggak berhak dapet (BBM subsidi), ya jangan dapet, dong.” Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk menegakkan keadilan dalam distribusi BBM yang telah disubsidi oleh pemerintah.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa BBM bersubsidi adalah jenis bahan bakar yang harganya lebih rendah dari harga pasar, karena adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Namun, seringkali terjadi penyalahgunaan, di mana individu atau pihak tertentu mendapatkan BBM bersubsidi tanpa memenuhi syarat.
Di samping itu, Luhut juga menyinggung tentang keberhasilan inovasi e-Katalog yang telah membantu efisiensi belanja pemerintah mencapai angka yang sangat signifikan, yaitu Rp3 triliun. Sistem e-Katalog ini memungkinkan pemerintah dalam melakukan pengadaan barang dan jasa secara transparan dan lebih terorganisir.
Dengan dukungan terhadap penggunaan AI, diharapkan Pertamina dapat lebih efektif dalam mengelola penyaluran BBM bersubsidi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
