Komandan tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mengungkapkan bahwa pasukan Kyiv kini mengontrol 1.000 kilometer persegi wilayah Rusia. Pernyataan ini disampaikan saat Ukraina melancarkan serangan lintas batas terbesar mereka dalam dua setengah tahun sejak perang skala penuh dimulai.
Serangan yang berlangsung di wilayah Kursk ini telah dimulai sejak tujuh hari lalu. Syrskyi menegaskan bahwa Ukraina terus melaksanakan operasi ofensif di daerah tersebut meskipun situasi di lapangan sangat menegangkan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, turut berkomentar mengenai situasi ini, ia menyatakan bahwa Rusia telah membawa perang kepada orang lain dan kini saatnya Argentina mengembalikan situasi itu ke Rusia.
Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menganggap serangan ini sebagai suatu "provokasi besar" dan telah memerintahkan pasukan Rusia untuk "mengusir musuh dari wilayah kami." Hal ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara dua negara tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, jumlah penduduk yang dievakuasi dari wilayah barat Rusia semakin meningkat. Sekitar 59.000 orang telah diperintahkan untuk meninggalkan daerah tersebut demi keselamatan mereka.
Ketegangan yang terus meningkat ini menunjukkan nuansa perang yang semakin kompleks, dengan setiap pihak mengambil langkah untuk melindungi wilayah dan rakyat mereka.
