Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Ponorgo Creative Festival 2025: Pesta Seni dengan Semangat Lingkungan

Ponorogo Creative Festival (PCF) 2025 digelar pada tanggal 22 hingga 24 Mei 2025 dan mengambil tema "PRINGHARMONIC". Festival ini menjadi tempat bagi masyarakat Ponorogo untuk merasakan keindahan dan keragaman seni yang ditampilkan oleh para seniman lokal.

Selama tiga hari tersebut, festival ini menyajikan berbagai bentuk seni, seperti tari, film, musik, dan kriya. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Reog tidak hanya kaya akan warisan budaya, tetapi juga berkomitmen untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif adalah sektor yang melibatkan kreativitas dan kemampuan artistik untuk menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Pada malam puncak festival, panggung dimeriahkan dengan pertunjukan tari dari berbagai sanggar seni di Ponorogo. Beberapa tari yang ditampilkan antara lain Tari Geol Denok, Ngrancut, dan Tali Jiwo Reborn. Pertunjukan ini memberikan kesempatan bagi seniman untuk memamerkan bakat mereka dan sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung.

Menariknya, festival ini juga menampilkan Fashion Show Recycle. Dalam peragaan busana ini, para desainer mengubah barang-barang bekas menjadi busana yang unik dan artistik. Hal ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan serta menekankan pentingnya keberlanjutan dalam dunia seni dan fashion.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyatakan bahwa perbedaan utama PCF 2025 dengan festival tahun-tahun sebelumnya adalah penekanan pada kesadaran lingkungan dalam setiap karya yang ditampilkan. Ia mengatakan, “Kalau kata-kata saya tidak cukup, dan gerakan saja belum menyentuh, maka melalui seni, melalui drama dan pertunjukan, kita bisa menyentuh hati masyarakat.”

Menurut Kang Bupati, PCF juga berperan dalam menyiapkan Ponorogo untuk mengikuti seleksi final menjadi bagian dari Jejaring Kota Kreatif Dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Ia optimis bahwa sektor ekonomi kreatif dapat menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat Ponorogo.

“Pada tahun 2025, Ponorogo dan Malang akan mewakili Indonesia dalam seleksi menuju UCCN. Dengan itu, kami yakin ekonomi kreatif Ponorogo akan mampu membangun ekonomi kita,” tegasnya di akhir. Festival ini menjadi bukti bahwa seni dan kesadaran lingkungan bisa berjalan beriringan untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.