Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memberikan dukungannya kepada Rachael Gunn, seorang atlet breakdancer yang dikenal dengan nama panggung Raygun. Dukungan ini muncul setelah penampilannya di kompetisi B-Girls menuai berbagai reaksi dari para pengguna internet.
Gunn terpaksa keluar dari kompetisi setelah mencetak nilai nol. Hal ini membuat banyak orang memberikan kritik tajam, tetapi juga ada yang memuji gaya uniknya. Albansese mengatakan bahwa serangan terhadap Gunn tidak mencerminkan semangat dari Olimpiade. “Ini adalah tentang merayakan perbedaan dan kreativitas,” ujarnya.
Kompetisi breakdancing, yang menjadi bagian dari Olimpiade, sangat menekankan pada orisinalitas. Juri utama kompetisi pun membela Gunn, dengan menyatakan bahwa “breaking adalah tentang keaslian dan membawa sesuatu yang baru… dan inilah yang dilakukan oleh Raygun.”
Rachael Gunn, yang berusia 36 tahun dan juga merupakan pengajar universitas di Sydney, terlihat berbeda dibandingkan dengan banyak pesaingnya yang rata-rata berusia dua puluhan. Penampilannya yang berbeda selama tiga ronde pada hari Jumat lalu menjadi sorotan di media sosial, menciptakan banyak meme dan video spoof yang mempertanyakan penampilannya hingga kelayakannya untuk bersaing.
Komunitas breakdancing pun menunjukkan solidaritas kepada Gunn di tengah kontroversi ini. Meskipun tidak berhasil meraih nilai yang baik, Gunn telah berhasil menciptakan perbincangan yang luas dan menarik perhatian masyarakat.
