Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, mengajak anggota Muslimat NU di Kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk berkontribusi dalam mencari solusi terhadap masalah stunting dan kemiskinan ekstrem yang ada di masyarakat. Menurutnya, ini sangat penting dalam upaya mencapai Indonesia Emas 2045, yang merupakan mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.
Dalam pernyataannya yang diterima di Surabaya pada hari Senin, Khofifah menyatakan bahwa "Bangsa kita sedang berupaya keras untuk mencapai zero stunting dan zero kemiskinan ekstrem," menggarisbawahi pentingnya peran aktif Muslimat NU dalam mencapai tujuan negara ini.
Khofifah juga menambahkan bahwa Muslimat NU memiliki program unggulan, yaitu satu hari sedekah satu telur ayam, yang diharapkan dapat terus diperkuat di tingkat dasar. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan berupa makanan bergizi kepada yang membutuhkan, sehingga bisa membantu mengurangi masalah gizi buruk, yang salah satunya adalah stunting. Stunting adalah kondisi ketika anak mengalami pertumbuhan terhambat akibat kekurangan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan mereka.
Tantangan selanjutnya, menurut Khofifah, adalah menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi di bawah 2 persen secara nasional. Ia mendorong anggota Muslimat NU untuk melakukan pendataan dan membantu masyarakat yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem. "Di Nganjuk ada program Rantangan yang membantu pengurangan kemiskinan ekstrem dengan cara membagikan makanan kepada keluarga yang tidak mampu," tegasnya, mengajak semua pihak untuk saling peduli dan membantu dalam upaya ini.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Muslimat NU dapat berkontribusi positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik di Pasuruan dan sekitarnya.
