Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, akan ada sebuah diskusi penting yang membahas dampak dari ekstraktivisme batubara terhadap masyarakat. Diskusi ini akan diadakan secara langsung melalui platform Instagram di akun @jatamnas pada pukul 19.00 WIB.
Acara ini bertemakan "Stop Greenwashing: Biarkan Batubara Tetap di Dalam Tanah" dan akan menampilkan kesaksian dari warga yang berada di sekitar tambang batubara. Greenwashing adalah praktik pemasaran yang menggembar-gemborkan produk atau kebijakan sebagai ramah lingkungan, padahal kenyataannya tidak demikian. Hal ini sering dilakukan untuk menutupi pengaruh buruk terhadap lingkungan dari aktivitas seperti penambangan.
Peserta yang akan berbagi cerita adalah warga dari Sanga-Sanga, Kalimantan Timur, dan Bonehau, Sulawesi Barat. Mereka akan mengungkapkan bagaimana kehidupan mereka terpengaruh oleh aktivitas tambang di daerah mereka. Selain itu, Mareta Sari dari Jatam Kaltim juga akan ikut berbicara mengenai dampak lebih luas dari pertambangan batubara.
Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya dari praktik tambang yang tidak bertanggung jawab dan menyerukan penghentian solusi palsu yang sering disebut sebagai greenwashing. "Hentikan solusi palsu. Stop Greenwashing! Biarkan batubara tetap di dalam tanah!" adalah seruan yang diangkat dalam diskusi ini.
Jangan lewatkan kesempatan untuk mendengar langsung dari mereka yang mengalami dampak nyata dari kebijakan ekstraktivisme batubara. Bergabunglah dalam diskusi ini untuk lebih memahami isu penting yang sedang dihadapi.
