Gerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Ponorogo semakin menguat. Pada Senin, 12 Mei 2025, Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, serta Ketua DPRD ikut berpartisipasi dalam aksi tanam pohon di kawasan Waduk Bendo. Aksi ini dilakukan oleh para anggota Pramuka Sakawanabakti Ponorogo.
Dalam kegiatan ini, bibit pohon yang ditanam adalah pohon keras berakar panjang. Jenis pohon ini dikenal mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, pohon-pohon tersebut diharapkan dapat mendukung konservasi lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan.
Kang Bupati Sugiri menjelaskan bahwa menanam pohon tidak hanya memiliki manfaat dari sisi lingkungan. Dia juga menekankan pentingnya dimensi religius dalam kegiatan ini. Ia berkata, “Sebagai khalifah di bumi, kita punya tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, salah satunya dengan menanam pohon. Rasulullah SAW bahkan menyampaikan, tiada seorang Muslim yang menanam pohon lalu dimakan oleh manusia atau hewan, melainkan itu bernilai sedekah.”
Dia menambahkan, “Bayangkan, ketika kita menanam pohon lalu tanaman itu mengeluarkan oksigen, betapa besar pahala jariah yang kita dapatkan selama pohon itu masih hidup.” Pernyataan ini menunjukkan keyakinan bahwa menanam pohon memiliki nilai spiritual.
Dari sudut pandang lingkungan, Kang Bupati menegaskan bahwa pohon juga memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem. Pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga menyerap karbon dioksida yang berkontribusi pada pemanasan global. Selain itu, pohon membantu menjaga kualitas udara, melindungi tanah dari erosi, dan berkontribusi dalam konservasi air.
“Ketika hujan turun, air membawa material dari wilayah gundul yang akhirnya mengendap dan menjadi sedimen. Ini sangat mengancam daya tampung waduk dan keselamatan warga,” ungkapnya dengan serius. Hal ini menyoroti pentingnya menjaga lingkungan agar tetap seimbang dan aman bagi masyarakat.
