Institut Sunan Giri (INSURI) di Ponorogo telah berdiri sejak tahun 1968 dan menjadi lembaga pendidikan yang berpengaruh dalam sejarah kota tersebut. Didirikan oleh Nahdlatul Ulama (NU), INSURI tidak hanya menciptakan generasi penerus tetapi juga menghasilkan banyak intelektual dari berbagai daerah.
Pada Sabtu, 10 Mei 2025, Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan hal ini dalam acara halal bihalal yang diadakan di Gedung D INSURI. Di depan para alumni dan civitas akademika, Bupati Sugiri menegaskan bahwa INSURI memiliki sejarah yang luar biasa dan alumni-nya tersebar di berbagai tempat.
Namun, Kang Bupati juga menyadari bahwa perkembangan zaman dan ketatnya persaingan antar perguruan tinggi menjadi tantangan bagi INSURI. Ia menekankan pentingnya kerjasama untuk menjaga eksistensi INSURI sebagai pusat kaderisasi dan ilmu pengetahuan di Ponorogo.
“Maka semua harus duduk bersama, dan membawa niat baik. Ini milik Nahdlatul Ulama, maka harus kita hidupi bersama-sama,” ucap Kang Bupati.
Lebih lanjut, Kang Bupati menyarankan INSURI untuk menghadapi perubahan dengan membuka diri. Ia berpendapat, kampus ini harus siap berinovasi dengan menawarkan program studi baru yang relevan untuk menghadapi kebutuhan zaman dan bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.
“Saya usulkan kita buka fakultas pertanian, ekonomi, sastra, kesehatan, atau yang lain,” lanjutnya, menunjukkan besarnya harapan untuk pengembangan masa depan INSURI.
Kang Bupati berharap INSURI tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan bertransformasi menjadi universitas yang handal. Ia menginginkan agar INSURI menjadi tempat mencetak generasi NU yang unggul.
“Kita kawal bersama INSURI menjadi UNSURI, semua tidak hanya mempunyai kewajiban untuk ngopeni, namun bagaimana ini menjadi kawah candradimukanya NU di Ponorogo,” tandasnya.
