Pada tanggal 29 Mei 2025, akan ada diskusi penting mengenai tragedi yang menimpa warga Porong, Sidoarjo, akibat semburan lumpur Lapindo yang terjadi pada tahun 2006. Acara ini dikenal sebagai HATAM atau Hari Anti Tambang, yang bertujuan untuk mengingat dampak destruktif dari industri ekstraktif.
Tragedi Lapindo adalah peristiwa yang mengakibatkan semburan lumpur panas yang sangat besar, mempengaruhi ribuan warga dan lingkungan sekitar. Sebagai salah satu contoh ekstraktivisme, kegiatan ini menunjukkan bagaimana eksploitasi sumber daya alam dapat menyebabkan kerusakan yang parah.
Dalam acara diskusi tersebut, beberapa pembicara, termasuk Eko Widodo yang merupakan warga Porong, dan Hema Situmorang dari JATAM (Jaringan Advokasi Tambang), akan membahas pengalaman mereka dan mengapa penting untuk mengenang tragedi Lapindo. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang dampak panjang yang ditimbulkan oleh industri tambang serta pentingnya perjuangan masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut.
Para peserta diajak untuk bergabung dalam diskusi ini yang akan berlangsung secara langsung di Instagram pada hari Minggu, 18 Mei 2025, pukul 16.00 WIB. Acara ini akan membahas bagaimana semburan lumpur terjadi dan mengapa peringatan HATAM sangat penting bagi masyarakat Indonesia.
Melalui diskusi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peka terhadap isu ekstraktivisme dan dampak negatif yang ditimbulkan terhadap kehidupan dan lingkungan. Mari berpartisipasi dalam diskusi ini dan mendukung upaya untuk melindungi lingkungan serta hak masyarakat yang dirugikan.
