Tim Jihandak Yon Zipur 10 Pasuruan, Intel Kodim 0819 Pasuruan, dan Koramil Gempol telah menghentikan penyisiran dan pencarian serpihan amunisi dari truk TNI yang terbakar di Tol Gempol pada Senin malam, 5 Mei 2025. Hal ini disampaikan oleh Kapten Cz. Sutiyono, Danramil Gempol, pada Selasa (12/5).
Penyisiran dilakukan mulai sehari setelah kejadian, dan berlangsung selama enam hari di sekitar lokasi tol Gempol, hingga ke areal persawahan warga di Dusun Grogolan, Winong, dan Kemranggeng, Desa Winong, Kecamatan Gempol.
Sutiyono mengungkapkan bahwa hari itu adalah hari terakhir penyisiran. "Hari ini terakhir dilakukan penyisiran dan pencarian serpihan amunisi sisa truk TNI yang terbakar, dan sekaligus disampaikan bahwa penyisiran selesai dilaksanakan," tuturnya.
Selama proses penyisiran, sekitar 30 personel dikerahkan. Tim gabungan ini terdiri dari Yon Zipur 10 Pasuruan, Kodim 0819 Pasuruan, dan Koramil Gempol. Pengiriman personel yang cukup banyak bertujuan untuk memastikan penyisiran berlangsung optimal dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Selama penyisiran, tim menemukan berbagai jenis amunisi, termasuk granat tangan, granat lontar, serta peluru. “Paling banyak ditemukan adalah selonsong amunisi atau peluru,” kata Sutiyono menjelaskan hasil temuan mereka.
Meskipun penyisiran telah dinyatakan selesai, Sutiyono meminta agar masyarakat tetap waspada saat berada di sekitar lokasi kejadian. Ia mengimbau agar jika warga menemukan amunisi di area tersebut, segera melapor ke Koramil setempat untuk mendapatkan penanganan dari tim TNI. "Tetap hati-hati dan kalau tiba-tiba warga melihat sepertinya ada amunisi di sekitar lokasi, maka segera lapor ke Koramil. Sebab kami akan turun untuk membantu," harapnya.
