Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Celine Dion Kritisi Penggunaan Lagunya oleh Donald Trump

Tim penyanyi terkenal Celine Dion mengeluarkan pernyataan yang mengkritik mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, karena menggunakan lagu hitnya tanpa izin. Lagu yang dimaksud adalah "My Heart Will Go On," yang terkenal dari film Titanic yang dirilis pada tahun 1997.

Pada hari Jumat lalu, lagu tersebut diputar untuk menyambut para pendukung Trump sebelum ia tampil di atas panggung dalam acara kampanye di Bozeman, Montana. Penggunaan lagu tanpa izin ini memicu reaksi dari tim Dion yang menyatakan bahwa penyanyi itu tidak pernah "mendukung" penggunaan lagu tersebut dalam konteks politik.

Tim Celine Dion menyampaikan kritiknya melalui platform media sosial X. Mereka menegaskan pentingnya meminta izin sebelum menggunakan karya seni seseorang, terutama dalam acara-acara publik yang menyangkut politik.

Hingga saat ini, kampanye Trump belum memberikan tanggapan terhadap pernyataan tersebut. Celine Dion bukanlah artis pertama yang mengeluhkan penggunaan lagu mereka oleh Trump. Sebelumnya, beberapa musisi terkenal seperti Neil Young, Queen, dan Rolling Stones juga pernah menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap situasi serupa.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menyoroti pentingnya hak cipta dalam industri musik. Hak cipta adalah hukum yang melindungi karya seni dan memberikan pemiliknya kontrol atas penggunaan karya tersebut. Ini penting agar para artis dihargai dan karya mereka tidak disalahgunakan.