Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Serangan Udara Israel di Sekolah di Gaza Angkat Prahara

Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel terhadap sebuah bangunan sekolah di Gaza City yang menjadi tempat berlindung bagi pengungsi Palestina telah menyebabkan lebih dari 70 orang tewas. Hal ini disampaikan oleh Fadl Naeem, direktur Rumah Sakit al-Ahli, tempat banyak korban dibawa.

Fadl Naeem menyatakan bahwa angka tersebut merujuk pada jumlah korban yang telah diidentifikasi hingga saat ini. Kebanyakan korban adalah warga sipil yang mencari perlindungan dari kekerasan yang semakin meningkat di wilayah tersebut.

Menurut juru bicara militer Israel, sekolah al-Taba’een yang diserang "berfungsi sebagai fasilitas militer aktif Hamas dan Jihad Islam" di mana sekitar 20 "militan" diduga beroperasi. Namun, Hamas membantah klaim ini, menegaskan bahwa sekolah tersebut tidak terlibat dalam kegiatan militer.

Serangan ini menarik perhatian internasional, termasuk kritik dari UNICEF dan kementerian luar negeri Prancis. Menteri Luar Negeri Inggris juga mengungkapkan keterkejutannya. Ia menyatakan, "Saya merasa terperanjat dengan kehilangan nyawa tragis ini," dan menekankan pentingnya adanya "gencatan senjata segera" untuk menghentikan kekerasan lebih lanjut.

Kejadian ini mencerminkan ketegangan yang terus meningkat di daerah tersebut dan memperlihatkan konsekuensi menyedihkan dari konflik yang berkepanjangan. Banyak warga sipil menjadi korban, dan situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk.

Dengan terus berkembangnya situasi, perhatian dunia beralih kepada pemerintah dan lembaga internasional untuk menciptakan jalan ke arah perdamaian yang berkelanjutan.