Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

RSUD Bangil Luncurkan Layanan CAPD untuk Pasien Gagal Ginjal

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil telah meluncurkan layanan baru yang sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan ginjal. Layanan ini dikenal dengan nama Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), atau dalam bahasa Indonesia disebut cuci darah melalui rongga perut. Layanan ini ditujukan bagi pasien yang menderita gagal ginjal.

Inisiatif pembukaan layanan CAPD ini diusulkan oleh dokter spesialis penyakit dalam yang ahli ginjal, yaitu dr. Ramadi Satryo Sp.PD dan dr. Budi Santoso Sp.PD. Dukungan penuh juga diberikan oleh Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Rosalina M.Kes. Pembukaan layanan ini adalah hasil upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien.

Pada Rabu, 7 Mei 2025, dr. Ramadi menjelaskan bahwa CAPD adalah metode yang memungkinkan pasien untuk melakukan dialisis di rumah. Metode ini sangat bermanfaat, terutama bagi pasien usia muda yang masih produktif. Dengan CAPD, mereka tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani hemodialisis menggunakan mesin, karena mereka dapat mengurus perawatan mereka sendiri di rumah.

“Biar tidak bolak-balik ke rumah sakit selama dua hari dalam satu minggu,” kata dr. Ramadi. Ia menambahkan bahwa setiap pasien gagal ginjal dapat melakukan CAPD dari kenyamanan rumah mereka sendiri.

Proses CAPD bekerja dengan cara tertentu. Pasien memasukkan cairan khusus ke dalam rongga perutnya dan membiarkannya selama enam jam sebelum dikosongkan kembali. “Karena dilakukan setiap enam jam sekali, maka aktivitas pasien dapat lebih normal.” lanjutnya. Dengan frekuensi ini, pasien tetap bisa mengeluarkan racun dari tubuhnya secara efektif.

Layanan CAPD telah dibuka sejak awal bulan Mei 2025 dan telah mendapat sambutan positif dari pasien. “Kemarin ada satu pasien yang kami tawarkan langsung banyak yang daftar, terutama yang muda-muda,” ungkapnya.

Di RSUD Bangil, saat ini terdapat sekitar 120 pasien yang menjalani hemodialisis. Namun, jumlah pasien yang antre untuk mendapatkan perawatan tersebut mencapai lebih dari 200 orang. Dengan hadirnya layanan CAPD, dr. Ramadi optimis bahwa lebih banyak pasien dapat segera mendapat penanganan yang tepat.