Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peran Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Pembangunan Ponorogo

Di Ponorogo, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), menunjukkan perannya yang sangat penting. Keduanya tidak hanya berpengaruh secara ideologis, tetapi juga terlibat dalam gerakan sosial yang nyata. Ini terlihat dari kerjasama mereka dalam mendukung pembangunan daerah.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, telah secara konsisten bermitra dengan kedua organisasi ini untuk membangun kota secara menyeluruh. Kerjasama ini tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga menyentuh berbagai program pembangunan yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada acara halal bihalal keluarga besar NU dan Pemkab Ponorogo yang berlangsung pada hari Jumat, 2 Mei 2025, di Kantor PCNU Ponorogo, Kang Bupati Sugiri menyatakan, “Hari ini pejabat kami sowankan kepada NU, karena kita berpikir kita sama-sama merajut hubungan lebih kuat lagi. Karena Ponorogo ini ketika disengkuyung bareng antara NU dan Muhammadiyah maka tuntas.”

Bupati Sugiri menekankan bahwa pemerintah dan organisasi keislaman memiliki tanggung jawab yang sama. NU dan Muhammadiyah diakui sebagai pemegang amanah umat, yang sejalan dengan pemerintah dalam mengemban amanah rakyat. Jika keduanya berhasil menjalin hubungan yang harmonis, maka masyarakat Ponorogo akan merasakan manfaatnya.

“Ke depan kami ingin merajut lebih dalam, dengan NU dan Muhammadiyah, karena kita sama-sama memegang amanah rakyat yang sama, amanah umat yang sama,” tambahnya.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan sejumlah agenda penting untuk pembangunan Ponorogo yang memerlukan kerjasama kedua organisasi tersebut. Beberapa program yang dimaksud mencakup peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengembangan pertanian organik, percepatan pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, dan pengurangan ketimpangan sosial serta ekonomi.

“PR kita tidak sederhana, namun dengan doa para kiai, insyaallah satu per satu bisa kita tuntaskan,” tutupnya, menandakan optimisme untuk masa depan Ponorogo yang lebih baik.