Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Wali Kota Pasuruan Ikuti Rapat Koordinasi Terkait Inflasi

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.T.P., M.Si. atau yang akrab disapa Mas Adi, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai percepatan dan pengendalian inflasi. Kegiatan ini diadakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan berlangsung di Media Command Center (MCC) pada hari Senin, 27 April.

Rakor dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir. Rapat ini diikuti oleh seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari berbagai wilayah di Indonesia. TPID memiliki tugas penting dalam mengendalikan inflasi dan memastikan harga kebutuhan masyarakat tetap stabil.

Dalam arahannya, Tomsi menekankan bahwa TPID di setiap daerah perlu aktif melakukan pemantauan harga secara berkala. Ia juga meminta agar TPID dapat menyusun langkah strategis untuk mengantisipasi kenaikan harga barang pokok yang sering terjadi menjelang hari-hari besar seperti Ramadan dan Idul Fitri.

“Saya meminta rekan-rekan TPID di daerah untuk turun langsung ke pasar, rutin mengecek perubahan harga. Laksanakan langkah-langkah seperti rapat koordinasi, pengecekan, operasi pasar, dan beberapa langkah lainnya sampai bantuan subsidi akomodasi atau pengangkutan,” ucap Tomsi Tohir dengan tegas.

Selanjutnya, Tomsi berharap agar pemerintah daerah serius dalam menekan inflasi. Ia menambahkan bahwa Pemerintah harus dapat mengatasi setiap kenaikan harga yang terjadi di daerah masing-masing. “Saat ini sudah mendapatkan sampel angka inflasi yang baik untuk Indonesia. Namun, kita tidak boleh lengah dan harus bekerja keras untuk mengatasi setiap kenaikan harga di daerah,” tandasnya.

Saat rapat, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, juga memberikan informasi tentang kondisi inflasi berdasarkan data terbaru. Menurutnya, dari tahun 2021 sampai 2024, inflasi selalu terjadi pada bulan April. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, salah satunya adalah momen Ramadan dan Idul Fitri yang membuat permintaan kebutuhan pokok meningkat.

Pudji menjelaskan, “Apabila dilihat dari komponen, inflasi bulan April disebabkan oleh komponen inti.” Ia juga melaporkan bahwa pada minggu keempat bulan April 2025, tercatat 18 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sementara 20 provinsi lainnya mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.