Perekonomian Amerika Serikat (AS) saat ini masih mengalami ketidakstabilan. Dalam sebuah catatan analis yang diterbitkan pada hari Rabu, JPMorgan Chase, salah satu bank terbesar di dunia, memberikan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya resesi.
Ekonom dari JPMorgan menaikkan peluang terjadinya resesi tahun ini dari 25% menjadi 35%. Selain itu, mereka juga mencatat bahwa ada 45% kemungkinan resesi dapat terjadi pada paruh kedua tahun 2025. Resesi merupakan saat di mana perekonomian suatu negara mengalami penurunan yang signifikan dan meluas, biasanya ditandai dengan penurunan GDP (Produk Domestik Bruto), pengangguran yang meningkat, dan penurunan investasi.
Dalam catatan tersebut, JPMorgan menyebutkan bahwa "inflasi upah di AS kini melambat dengan cara yang tidak terlihat pada ekonomi pasar maju lainnya." Hal ini berarti bahwa kenaikan upah tidak secepat sebelumnya, yang dapat memberikan harapan akan penurunan harga layanan di masa mendatang. Selain itu, kondisi pasar kerja yang mereda dapat meningkatkan kepercayaan bahwa inflasi harga layanan akan berkurang, dan kebijakan yang saat ini diambil oleh Federal Reserve, bank sentral AS, adalah ketat.
Bank ini juga percaya bahwa ada kemungkinan Federal Reserve akan memotong suku bunga pada bulan September dan November 2024. Penurunan suku bunga biasanya dilakukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman menjadi lebih murah.
