Pemkab Blitar melalui Dinas Pertanian Kabupaten Blitar melaksanakan kegiatan Panen Raya dan Sosialisasi Padi Sehat Non Kimia di Desa Bendosari, Sanankulon, pada hari Minggu (27/4). Kegiatan ini diinisiasi oleh Koperasi Ben Giat Tani dan dipimpin langsung oleh Bupati Blitar, H. Rijanto.
Bupati Rijanto menjelaskan bahwa panen raya ini adalah buktinya bahwa penggunaan pupuk organik dalam pertanian bukan hanya sekedar wacana. “Selain dapat menghasilkan produk yang sehat dan aman bagi tubuh, pertanian dengan pupuk organik juga sangat berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan air,” ungkap Rijanto.
Ia berharap agar para petani di Kabupaten Blitar dapat terus berinovasi dalam menciptakan pupuk yang ramah lingkungan. "Pupuk ini juga harus dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, terutama padi,” tambahnya.
Untuk informasi lebih lanjut, luas tanam padi di Kabupaten Blitar pada tahun 2024 mencapai 44.091 hektar, dengan luas panen sebesar 38.734 hektar. Luas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan 254.999 ton gabah basah atau setara dengan 212.618 ton gabah kering. Jumlah ini diharapkan dapat terus berkembang setiap tahunnya. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Blitar dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
