Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Reog Ponorogo Resmi Menjadi Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO

Reog Ponorogo, kesenian tradisional yang telah menjadi kebanggaan masyarakat, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage/ICH) oleh UNESCO pada Desember 2024. Penetapan ini merupakan hasil dari perjuangan panjang dan doa yang tidak henti-hentinya dari para seniman dan masyarakat Ponorogo.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memberikan pernyataan penting terkait dengan status baru Reog Ponorogo. Dalam acara halal bihalal yang dihadiri oleh para seniman Reog yang tergabung dalam grup Harimau Tenggara pada 20 April 2025, ia mengajak semua pihak untuk tidak hanya merayakan pencapaian ini, tetapi juga untuk memastikan bahwa kesenian ini tetap lestari dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

"Doa dan ikhtiar panjenengan sedoyo sudah dikabulkan Gusti Allah. Tugas kita saat ini melestarikan reog dan jangan sampai ICH dicabut UNESCO," ucap Kang Bupati. Pesannya menegaskan pentingnya pelestarian Reog dengan tetap memperhatikan prinsip konservasi alam. Hal ini menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan status Reog sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Sugiri Sancoko juga memberikan contoh konkret tentang cara pelestarian kesenian ini. Ia menegaskan bahwa barongan Dadhak Merak tidak boleh lagi menggunakan kulit macan asli. Sebagai alternatif, kulit sapi atau kambing yang dilukis menyerupai kulit macan dapat digunakan. Selain itu, elemen merak yang berada di atas barongan juga tidak diperbolehkan menggunakan tubuh merak asli.

"Kulitnya tidak boleh menggunakan kulit macan asli. Meraknya jangan menggunakan tohong asli," tegasnya. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa Reog Ponorogo akan tetap menjadi bagian penting dari budaya Indonesia dan terus dihargai di kancah internasional.