Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pertanian Jadi Unggulan Ekonomi di Ponorogo

Kabupaten Ponorogo menjadikan sektor pertanian sebagai unggulan perekonomian. Hal ini terlihat dalam acara Panen Raya Padi Musim Kedua dan Gerakan Tanam Serentak yang diadakan di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan pada Rabu, 23 April 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, beserta Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita, serta jajaran Forkopimda.

Selama panen, petani berhasil memproduksi padi dari lahan seluas 291 hektare dengan rata-rata hasil mencapai 7,5 ton per hektare. Emil Dardak mengungkapkan kekagumannya atas pencapaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa tinggi produktivitas pertanian di Ponorogo dipengaruhi oleh kesuburan tanah, serta sistem dan pola tanam yang diterapkan oleh para petani.

“Kok panennya bisa tinggi? Karena tanahnya lebih subur. Potongan tanaman yang dibiarkan akan menambah unsur hara yang membuat tanah lebih gembur, ditambah lagi di berbagai titik ada pompa air,” ujar Emil. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan lahan yang baik sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian.

Emil juga memberikan apresiasi kepada Kang Bupati Sugiri yang mendorong kelompok tani atau gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk mengelola persemaian di dua lahan. Ini akan mempercepat siklus tanam dan panen, sehingga dalam dua tahun, petani dapat melakukan sampai tujuh kali musim tanam.

Meski demikian, Emil juga menyoroti tantangan yang dihadapi, terutama dalam aspek penyerapan gabah. Ia menekankan pentingnya peran Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjaga harga jual gabah agar tetap menguntungkan bagi petani.

Sementara itu, Kang Bupati Sugiri Sancoko menjelaskan bahwa luas area tanam padi di Ponorogo mengalami peningkatan setiap tahun. Dengan dukungan program penguatan pertanian, produksi padi di daerah ini dapat mencapai 400 ribu ton per tahun. “Ponorogo memang wilayah pertanian. Kami memiliki lahan baku sawah seluas 34 ribu hektare, dengan luas area tanam hampir 76 ribu hektar,” jelas Sugiri.

Lebih lanjut, Sugiri menambahkan bahwa saat ini pemerintah daerah bersama petani sedang mengembangkan pertanian organik, sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi pertanian di Kabupaten Ponorogo.