Bangunan jembatan di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, mengalami kerusakan parah setelah roboh akibat hujan deras yang terjadi pada 28 Maret 2025. Dalam menanggapi insiden ini, Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko, mengumumkan rencana pembangunan jembatan permanen yang akan dimulai pada semester kedua tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak ingin membiarkan akses transportasi warga terganggu, sehingga mereka berencana untuk segera membangun jembatan sementara. Pembangunan ini direncanakan untuk membantu masyarakat selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung.
Kang Bupati menjelaskan saat meninjau lokasi robohnya jembatan pada Kamis, 17 April 2025, bahwa ia sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Ketua DPRD dan BPBD. "Sesungguhnya ini sudah kami slot dengan Pak Dwi kemarin untuk dibangun di PAK. Tetapi PAK kan butuh aturan dari Mendagri, jadi kemungkinan pembangunan dimulai sekitar Juli atau Agustus. Kita berdoa semoga semua dilancarkan Allah SWT," ujarnya.
Untuk jembatan sementara, tim dari BPBD dan DPUPKP telah melakukan pemetaan untuk menentukan titik pembangunan yang paling aman. "Dalam waktu dekat akan dibangun jembatan sementara. Mungkin di sebelah kanan atau kiri sini, nanti dipilih Pak Masun dan PU mana yang paling aman dan minim perubahan," jelasnya.
Warga setempat, terutama dari Dukuh Mingging, mengungkapkan harapan mereka agar jembatan sementara segera terwujud. Salah satu warga mengungkapkan, "Sekarang kalau naik mobil harus memutar 5 kilometer, kalau motor sekitar 2 kilometer. Harapannya, semoga dalam seminggu atau dua minggu ke depan sudah berdiri jembatan alternatif. Setelah itu, kami sangat menantikan pembangunan jembatan permanen."
Robohnya jembatan ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi selama hampir 11 jam, yang mengakibatkan debit air di sungai meningkat. Jembatan yang roboh memiliki panjang 12 meter dan berfungsi menghubungkan empat dukuh di daerah tersebut, yaitu Mingging, Mijil, Pandan, dan Gombak.
