Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Wali Kota Batu Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi dan Persiapan Sekolah Rakyat

Wali Kota Batu, Nurochman, baru saja memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan sosialisasi mengenai Sekolah Rakyat (SR) pada hari Senin, 21 April 2025. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani, yang juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, perwakilan forkopimda, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam rapat tersebut, Wali Kota memberikan arahan penting mengenai cara menjaga angka inflasi yang stabil. Ia menekankan perlunya pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar dan ketersediaan bahan pangan. Salah satu strategi yang diusulkan adalah pengendalian harga cabai melalui Gerakan Tanam Cabai yang diluncurkan oleh Dinas Pertanian. Gerakan ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan mencakup 20.000 bibit cabai, yang disiapkan kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Batu.

Nurochman mengatakan, "Dalam rangka menjaga inflasi, salah satu langkah kita adalah pengendalian harga cabai. Oleh karena itu, gerakan tanam cabai serentak dari Dinas Pertanian perlu terus dilaksanakan bekerja sama dengan PKK. Kerjasama ini adalah bentuk sinergitas sehingga dampaknya diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat."

Selain membahas tentang inflasi, Wali Kota juga mengungkapkan informasi mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Pemerintah Kota Batu, bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah menyiapkan lokasi untuk bangunan Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Sekolah Sehat (UPT PSSA) Bima Sakti yang berada di Kelurahan Songgokerto. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang melakukan persiapan untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Batu.

Berdasarkan rencana, UPT PSSA Bima Sakti akan menerapkan sistem Boarding School dengan kapasitas maksimal 150 siswa, di mana setiap kelas akan diisi oleh 25 siswa. Wali Kota menambahkan, "Kita akan mendukung program Pemerintah Pusat untuk mewujudkan Sekolah Rakyat. Terutama, tujuan sekolah rakyat ini selaras dengan visi dan misi Mbatu SAE untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter."

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam memastikan inflasi tetap terkendali dan pendidikan di kota tersebut terus berkualitas, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.