Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), mengajak semua pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, untuk menggagas program-program yang dapat meningkatkan kesalehan, solidaritas, dan soliditas sosial dalam masyarakat. Hal ini disampaikan pada acara di Situbondo pada hari Rabu.
Dalam pernyataannya, Khofifah menekankan pentingnya semangat Muslimat NU untuk memberikan layanan yang dekat dengan masyarakat. "Nafas dan semangat untuk melayani harus terus berdenyut hingga ke pengurus yang paling bawah, yaitu anak ranting," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kualitas layanan ini harus diperkuat dari tingkat pengurus pusat hingga ke tingkat ranting dan anak ranting.
Khofifah juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Baghdad, Irak, dua bulan yang lalu. Ia hadir untuk memenuhi undangan dari Syekh Abdul Qadir Jailani, seorang ulama sufi terkenal. Di sana, rombongan Muslimat NU melakukan khataman manaqib dan bermuhasah untuk mendalami keteladanan Syekh Abdul Qadir Jailani.
Salah satu hal yang sangat mengesankan bagi Khofifah adalah tradisi membagikan makanan gratis yang dilakukan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani. Amalan ini sudah berlangsung selama 800 tahun dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial di komunitas tersebut.
Di dekat makam Syekh Abdul Qadir Jailani, terdapat sebuah dapur besar yang setiap hari memasak dalam skala besar. Makanan yang disiapkan di dapur ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang tidak mampu sebanyak dua kali sehari, untuk sarapan dan makan malam.
Melalui inisiatif seperti ini, Khofifah berharap Muslimat NU di Indonesia dapat terinspirasi untuk memperkuat peran sosial mereka dengan cara yang sama. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
