Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pemkab Pasuruan Pertahankan Ribuan Guru Raudhatul Athfal di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Meskipun terjadi banyak perubahan akibat kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tetap berkomitmen untuk mempertahankan ribuan guru Raudhatul Athfal (RA). Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, dalam acara Halal Bi Halal dan Workshop Guru RA di Gedung Serbaguna Pemkab Pasuruan pada Selasa, 15 April 2025 pagi.

Berdasarkan pernyataan Wakil Bupati, keberadaan guru RA sangat penting bagi perkembangan anak-anak. Mereka berperan dalam membantu mengembangkan daya pikir, keterampilan, dan karakter siswa. Oleh karena itu, Pemkab Pasuruan akan berusaha menjaga jumlah guru RA tanpa melakukan pengurangan atau pemberhentian. “Guru RA itu ikut membantu meletakkan dasar kehidupan ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik agar menjadi muslim yang menghayati dan mengamalkan agama serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pak Bupati dan saya tetap mempertahankan mereka semua,” ujar Shobih.

Namun, meskipun jumlah guru tetap dipertahankan, Pemkab Pasuruan tidak dapat meningkatkan besaran insentif yang diberikan kepada guru RA, yang hanya sebesar Rp 200.000 per bulan. Selain itu, jumlah guru yang mengajar di RA juga tidak bisa ditambah. Menurut Gus Shobih, hal ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. “Pemkab Pasuruan tahun ini terpaksa tidak dapat meningkatkan jumlah guru dan besaran insentif guru RA. Karena ini kebijakan pusat yang harus dilaksanakan oleh daerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Shobih mengajak para guru untuk tetap bersabar dan semangat dalam menjalankan tugas mereka. “Mudah-mudahan tahun depan bisa kami realisasikan. Tetap semangat mengajar untuk semua guru RA di Kabupaten Pasuruan,” harapnya.