Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Ponorogo Menuju Kabupaten Organik dengan Pupuk Bio SPF

Rencana Kang Bupati Sugiri Sancoko untuk menjadikan Ponorogo sebagai kabupaten organik semakin dekat dengan kenyataan. Banyak lembaga dan petani yang memberikan dukungan dan mulai beralih menggunakan pupuk organik di lahan mereka. Ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian di wilayah tersebut.

Salah satu contoh dukungan datang dari Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Ponorogo. Mereka bekerja sama dengan PT Andafa Agro Indo untuk meluncurkan produk pupuk organik bernama Bio SPF. Peluncuran ini berlangsung dalam acara Tasyakuran Metik dan Shodaqoh Masa Tanam II yang diadakan oleh Kelompok Tani "Tani Subur" pada hari Minggu, 13 April 2025 di kawasan persawahan Kelurahan Kepatihan.

Purwanto, pengurus LP2NU Ponorogo, menyatakan bahwa pupuk Bio SPF sudah diuji coba di lahan seluas 15 hektare di setiap kecamatan. Ia menjelaskan, “Kami aplikasikan pupuk ini seminggu sekali sebelum masa tanam. Setelah itu, setiap tujuh hari sekali pasca tanam, lahan disemprot lagi dengan pupuk Bio SPF.” Dengan penggunaan pupuk ini, mereka menargetkan dapat menekan biaya produksi musim tanam kedua hingga 30 persen.

Kang Bupati Sugiri Sancoko memberikan apresiasi kepada peran aktif NU dalam mendukung program pertanian organik. Ia menekankan pentingnya beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik. Manfaat dari pupuk organik sangat besar, seperti kemampuan tanah yang lebih baik dalam menyerap air, biaya produksi yang lebih rendah, harga jual hasil panen yang lebih tinggi, serta menghasilkan bahan pangan yang lebih sehat.

Lebih lanjut, Kang Bupati menambahkan, “Panen sehat itu yang tidak menggunakan bahan kimia. Saat musim hujan, tanah yang diberi pupuk organik mampu menyerap air lebih baik. Pupuk organik itu murah, tapi hasil panennya justru lebih mahal.” Ia juga menjelaskan bahwa penggunaan pupuk organik akan membantu pemerintah pusat dalam mengurangi beban subsidi pupuk.