Ponorogo, yang dikenal sebagai Kota Budaya, merupakan daerah yang kaya akan tradisi dan warisan budaya. Masyarakat di kota ini sangat menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur. Ini menunjukkan bagaimana pentingnya budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu kelompok yang memiliki peran signifikan dalam melestarikan budaya adalah Paguyuban Srikandi Wengker. Paguyuban ini didirikan pada Agustus 2023 dan berasal dari komunitas sebelumnya yang bernama Wanita-wanita Bersanggul. Paguyuban Srikandi Wengker dibentuk dengan tujuan untuk menguatkan peran perempuan dalam pelestarian budaya.
Sejak didirikan, Srikandi Wengker aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan budaya. Mereka terlibat dalam tradisi adat, ritual keagamaan, dan kesenian tradisional khas Jawa. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengedukasi generasi muda tentang keaneka-ragaman budaya yang ada di daerah mereka.
Konsistensi dan dedikasi Paguyuban Srikandi Wengker dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya Jawa mendapat pengakuan dari Wakil Bupati Bunda Lisdyarita. Dalam sebuah acara halal bihalal Paguyuban Srikandi Bumi Wengker yang diadakan di Sumoroto pada Minggu, 13 April 2025, Bunda Lisdyarita mengungkapkan rasa bangganya.
Ia menyatakan, "Nilai-nilai budaya dan adat istiadat merupakan pilar penting dalam membangun Bumi Reog. Matur suwun sanget sampun nguri-uri budaya, ayo sareng-sareng bangun Ponorogo, dengan pondasi budaya dan santri." Pernyataan ini menunjukkan bagaimana pemerintah mendukung upaya pelestarian budaya yang dilakukan oleh masyarakat.
Dengan semangat yang tinggi, Paguyuban Srikandi Wengker menunjukkan bahwa perempuan memiliki peranan vital dalam melestarikan budaya dan tradisi di Ponorogo. Kehadiran mereka memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik, di mana budaya lokal tetap hidup dan dikenang oleh generasi mendatang.
